mengapa harus outsourching?

outsourching, ya kata ini sering kita dengar dan beritanya wara – wiri di media cetak maupun televisi, tetapi sebelum kita bahas baiknya kita mengetahui dulu outsourching itu apa.
Outsourcing (Alih Daya) dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti yang diatur pada pasal 64, 65 dan 66. Dalam dunia Psikologi Industri, tercatat karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing. Awalnya, perusahaan outsourcing menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan dan tidak mempedulikan jenjang karier. Seperti operator telepon, call centre, petugas satpam dan tenaga pembersih atau cleaning service.Namun saat ini, penggunaan outsourcing semakin meluas ke berbagai lini kegiatan perusahaan.

Kata outsourcing sendiri terbagi atas dua suku kata: out dan sourcing. Sourcing berarti mengalihkan kerja, tanggung jawab dan keputusan kepada orang lain. Outsourcing dalam bahasa Indonesia berarti alih daya. Dalam dunia bisnis, outsourcing dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non-core (bukan inti) atau penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh.(sumber:http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/10/04/outsourcing-salahkah/). Dengan menggunakan tenaga kerja outsourcing, perusahaan tidak perlu repot menyediakan fasilitas maupun tunjangan makan, hingga asuransi kesehatan. Sebab, yang bertanggung jawab adalah perusahaan outsourcing itu sendiri.

Meski menguntungkan perusahaan, namun sistem ini merugikan untuk karyawan outsourcing. Selain tak ada jenjang karier, terkadang gaji mereka dipotong oleh perusahaan induk. Bayangkan, presentase potongan gaji ini bisa mencapai 30 persen, sebagai jasa bagi perusahaan outsourcing. Celakanya, tidak semua karyawan outsourcing mengetahui berapa besar potongan gaji yang diambil oleh perusahaan outsourcing atas jasanya memberi pekerjaan di perusahaan lain itu. (sumber:http://www.gajimu.com/main/tips-karir/untung-rugi-sistem-201coutsourcing201d)

walaupun banyak yang telah mengetahui keuntungan dan kerugiannya pun banyak dari mereka yang terpaksa tetap bekerja melalui outsouching, walaupun pada akhirnya mereka protes, karena sudah lama bekerja namun tidak ada pengangkatan sebagai karyawan tetap. tetapi selama mereka maksimal dalam bekerja dan hasilnya baik maka mungkin saja ada perpanjangan kontrak. tetapi sebetulnya jika dilihat dari aturan bahkan yang tercantum di undang – undang tidak ada hal – hal yang mengarah pada penyimpangan. hanya saja banyak yang belum paham betul untuk apa secara rinci aturan yang jelas mengenai pemotongan upah 30%. seharusnya pekerja outsourcing dapat mengetahui detail rincian potongan tersebut.

Advertisements

KPK diMataku

KPK yang kita kenal dengan Komisi Pemberantasan Korupsi di Indonesia mengalami banyak cerita yang begitu menjadi polimik dak banyak diberitakan di seluruh media cetak meaupun pertelivisian Indonesia, Kenapa? Ada apa dengan lembaga yang dibentuk oleh pemerintahan kita ini ?
Entah mengapa banyak sekali upaya pelemahan yang dilakuakan oleh intansi maupun perorangan lain yang menggegerkan bangsa ini,mulai dari kasus antasari yang menjabat sebagai ketua saat itu yang blum jelas kelanjutannya sampai saat ini,juga ada cerita cicak persus buaya yang melibatkan intansi besar yakni kepolisian yang dianggap sebagai buaya dan cicak adalah kpk,pernyataan ini pertama kali di kemukakan oleh seorang jendral kepolisian bintang 3 saat itu.
Dan yang terakhir belakangan ini baru saja menjadi berita besar yang cukup menggegerkan masyarakat yakni isu pelemahan dan pembatasan ruang lingkup dari kpk,yakni salah satunya dengan merevisi maupun menambah dengan UUD berkenaan dngn kpk yang sebenarnya blum tepat waktu.Selain itu pembatasn ruang lingkup kpk yang lagi lagi dilakukan oleh pihak kepolisian yang secara kebetulan pada saat itu kpk sedang mengidentifikasi kasus simulator sim yang dilakukan oleh petinggi petinggi kepolisian yakni novel baswedan yang menjadi tersangka namun kasus lain pun menguap Novel dianggap terlibat dalam kasus penembakan pencuri sarang burung walet di Bengkulu. Delapan tahun berlalu, barulah kasus ini diangkat pada momen yang “tak tepat”; atau barangkali bagi orang-orang tertentu sebenarnya “momen yang sangat tepat”.
“Di mana SBY dalam konflik KPK vs Polri?” Demikian yang dikatakan hampir oleh seluruh penghuni Indonesia beberapa waktu lalu. Ketika itu, Novel Baswedan, penyidik KPK yang ikut dalam penggeledahan di Markas Korlanta berkaitan dengan korupsi simulator SIM, dibawa dari kantor KPK oleh polisi.
SBY bereaksi dengan mengeluarkan lima solusi untuk permasalahan ini. Pertama, KPK-lah yang berwenang dalam penanganan hukum korupsi simulator SIM. Kedua, SBY menganggap penangkapan Novel Baswedan tidak tepat waktunya. Ketiga, SBY meminta agar masa jabatan penyidik Polri di KPK, diatur kembali.
Keempat, revisi UU KPK dianggap kurang tepat jika dilakukan pada saat-saat ini. Dan terakhir, ada harapan dari presiden bahwa KPK dan Polri memperbarui MoU.

Dunia politik Indonesia sendiri, senantiasa serba samar. Saling sikut demi menyelamatkan kepentingan sendiri, adalah hal biasa. Peraturan hukum yang multitafsir pun bisa dicari celahnya untuk menghindarkan sebuah golongan dari ‘kecelakaan’. Dan di negeri dengan dunia politik seperti inilah kita tinggal.
Namun yang jelas masyarakat ini butuh keadilan yang mampu tegas dan tidak pandang bulu.kita butuh keamanan kita butuh peradilan kita berhak untuk hidup sejahtera.