Kebosanan dan Jati Diri

Pukul 10.45 malam ini saya terbangun dari tidur sebentar tadi dan mendengar lagu jazz favorit adik saya yang kebetulan lagu yang diputar ini adalah artis lokal yang tidak sepopuler raisa atau artis muda lainnya yang memang punya lagu – lagu yang lebih disukai masyarakat khususnya kalangan muda. Mungkin dapat dikatakan bahwa artis ini sudah lebih lama berkarier dari raisa tetapi tidak sebesar raisa karena fans atau penikmat musiknya hanya komunitas komunitas seperti mosztly jazz jakarta. Mungkin untuk dikalangannya sendiri artis ini boleh dikatakan penyanyi jazz yang lumayan besar dan sedang berkembang, berbarengan dengan band jazz garapan anak artis senior utha likumahuwa.

Nah, begitu hebat mereka melebarkan sayap mereka didunianya, yaitu dunia musik, khususnya musik jazz. Tentunya dalam mengembangkannya butuh perjuangan yang sangat keras. Dari mulai membentuk grup atau jika dia solo pembentukan karakter vokal yang menjadi ciri khas itu bukan suatu perkara yang mudah. Kegigihan berlatih, menyatukan harmoni, dan rajin manggung dengan membawakan lagu yang tak jarang sama lagu lagu yang ingin diangkat tentunya lagu yang harus dinyanyikan berulang ulang.

Disinilah poin yang yang ingin saya tulis, iya tentang kebosanan dan konsistensi seseorang dalam mencapai suatu keberhasilan atau kesuksesan dengan ukurannya masing – masing. Pertanyaannya apakah dalam perjalan mereka sampai saat ini pernah menemukan kebosanan? Jika dilihat dari sisi fans,contohnya adik saya tadi, sepertinya mereka tidak bosan melakukan hal –hal yang sama yang berhubungan dengan bisang mereka bahkan menciptakan yang baru dan terus mengembangkan musiknya, karena si fans pun tidak bosan untuk terus mengulangi video clip dan terus mencari hal –hal baru yang dikerjakan oleh si penyanyi – penyanyi idolanya, salah satunya si solois wanita dan grup band jazz tadi.

Mungkin jika melihat konsistensi mereka yang terus mengembangkan kariernya dibidang musik jazz ini akhirnya saya memahami bahwa mungkin ini yang dinamakan minat dan bakat mereka. Semua hal yang dikerjakan dengan dasar kesukaan, kecintaan, atau yang disebut dengan minat maka hal tersebut akan dijalani dengan mudah dan menyenangkan, apalagi didukung dengan bakat yang baik maka semakin cepat berkembang bahkan hal – hal ini dijadiakan suatu pekerjaan atau profesi yang “menghasilkan”.

Sama halnya dengan yang saya lakukan ini, yaitu menulis. Berbeda rasanya menulis suatu tulisan yang sesuai dengan keinginan hati dengan harus menulis sesuatu didasari paksaan (tugas kuliah) yang mengharuskan aturan aturan kaku didalamnya, maka akan terlaksana dengan sedikit keberatan hati dan kurang lepas mengerjakannya (hehehehe….) karena awalnya memang saya tidak suka menulis, tetapi Alhamdulillah akhir – akhir ini mulai ada rasa keinginan untuk menulis dengan banyak materi dikepala ini untuk terus dikembangkan, mudah – mudahan saja ada banyak hikmah jika kita mau menuangkan apa yang kita pikirkan, tidak melulu dipendam bahkan terus menjadi teka – teki didalam hati atau pikiran. Karena dengan menulis kita akhirnya menemukan sendiri kesimpulan dari hal – hal yang menjadi pertanyaan, setidaknya bukan jawaban pasti dan tepat, tapi ada kemungkinan – kemungkinan yang mengarah kesana.

Seperti pertanyaan saya diawal penulisan ini “apakah para penyanyi dan musisi musik jazz ini pernah bosan didalam perkembangan kariernya?” mungkin tidak, karena yang mereka jalanin ini adalah kecintaan mereka, hobi mereka, minat mereka, bahkan memang bakat yang mereka miliki dan mereka tau itu, sehingga mereka berusaha untuk mengembangkannya hingga pencapaiannya yang tertinggi. Dan mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Entah materi, atau popularitas, atau fans, atau sekedar kesenangan dan kepuasan hati semata atau sambil menyampaikan visi didalamnya salah satu contohnya adalah band garapan salah satu anak musisi senior alm.utha likumahuwa ini, bahwa hampir disetiap penampilan panggungnya ia selalu menyampaikan bahwa kita adalah muda – mudi Indonesia, kita harus bangga dengan yang kita miliki sebagai warga negara Indonesia. Dia selalu menyampaikan bahwa keanekaragaman suku dan agama di Indonesia ini tidak boleh menjadi batas untuk bersatu menjadi Indonesia yang satu.

Bukankah ini hal yang luar biasa keren? Anak muda berbakat, berkembang, dan didalam perjalanan karier bermusiknya ia juga mengajak untuk cinta tanah air? Sunguh membanggakan bukan? Anak muda yang tidak hanya memiliki passion yang tinggi dibidang musik jazz khususnya, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Dan fans, menjadi kekuatan yang besar untuk mengembangkan karier mereka yang terus menjadi follower yang tidak hanya menikmati karya – karyanya tetapi juga menunggu setiap hal yang baru yang mereka ciptakan.

Hal ini tentunya menjadi faktor pendorong untuk terus konsisten dan melupakan kata bosan yang sepertinya hanya sebagai perasaan hati sementara karena melawan perasaan hati yang kadang tidak mau menerima hal – hal yang tidak mengenakan menjadi tantangan tersendiri. Karena berani keluar dari zona nyaman akan membuat kita kuat dan tertantang untuk mendapatkan lebih dari ini. Semangat kawan ! jangan melulu berani didalam kotak, menggelindinglah keluar untuk tau seperti apa jati diri ini! Semoga sayapun segera menemukannya. Hehehehe aamiin untuk setiap harapan baik dan terwujudnya mimpi yang besar yang dirangkai sejak kecil.

With love,

diniwidjaja

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s