FPI Bentrok Dengan Warga

Bentrok antara puluhan anggota FPI dan penduduk Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, meletup pada Kamis (18/7/2013). Satu orang tewas dalam peristiwa itu. Selain korban tewas, dalam bentrokan itu sedikitnya satu mobil yang ditumpangi rombongan FPI dibakar massa, sedangkan tiga mobil FPI lainnya dirusak massa.

Peristiwa ini bermula saat rombongan FPI gabungan dari Kendal, Temanggung, dan Kabupaten Semarang baru saja melakukan razia di lokasi prostitusi dan judi togel di Kota Sukorejo. Sehari sebelumnya, FPI juga merazia lokasi prostitusi di Sukorejo. Warga setempat kesal atas ulah anggota FPI yang melakukan sweeping di wilayah mereka. Tindakan FPI dinilai menyinggung warga Sukorejo karena dianggap main hakim sendiri.

Akibat peristiwa ini Front Pembela Islam (FPI) Kendal dan Temanggung, Jawa Tengah, terancam dibekukan jika kembali melakukan aksi sweeping. Hal ini menyusul pemberian sanksi teguran yang dikeluarkan dua pemerintah daerah (pemda) kepada organisasi kemasyarakatan itu.

“Teguran keras ini tidak masalah karena sanksi itu kan bertingkat. Kalau mengulanginya lagi, bisa dihentikan sementara. Melakukan lagi, bisa dibekukan. Ini diatur dalam Undang-Undang Ormas,” ujar Wakil Ketua Komisi II Arif Wibowo, saat dihubungi, Jumat (26/7/2013).

Arif mengatakan, aksi anarkistis FPI sudah terjadi berulang kali dan dilakukan di berbagai tempat. Namun, ia menyatakan, UU Ormas yang disahkan sebulan lalu itu tidak berlaku surut sehingga kejadian-kejadian sebelumnya tidak tercatat. Politisi PDI Perjuangan ini berharap pemda bisa menjelaskan kepada publik alasan pemberian sanksi teguran kepada FPI.

“Kalau menimbulkan efek atau tidak, kita lihat nanti. Tapi dengan pemberitahuan ke masyarakat, publik juga akan ikuti dan mengontrol. Semoga saja ormas itu sadar,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, saat ditanya tentang FPI Kendal dan Temanggung yang tak terdaftar di Kemendagri, menurut Arif, hal itu tak menjadi kendala dalam memberikan sanksi. “Yang terdaftar dan tidak harus mendapat perlakuan yang sama. Kalau tidak terdaftar lalu tidak terikat dengan undang-undang, ini jelas keliru,” katanya.

 

Selain itu kecaman keluar dari Ketua DPD RI Irman Gusman mengecam aksi Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan sweeping di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengan, Kamis 19 Juli 2013 lalu.  Menurut dia, Islam harus ditumbuhkan dengan wajah yang damai dan santun.

“Karena itu saya menyesalkan masih adanya tindakan anarkis dan main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok masyarakat mengatasnamakan Islam di bulan Ramadan ini,” kata Irman saat acara buka puasa bersama di rumah dinasnya, Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2013).

Terlebih, sambung Irman, aksi itu juga diikuti penghinaan kepada simbol negara yang tentu saja melemahkan nilai-nilai Islam.

“Padahal di negara demokrasi seperti Indonesia ini, yang perlu didorong adalah penegakan hukum dalam menegakan amar ma’ruf nahi munkar,” ungkapnya.

Dia mengatakan yang dibutuhkan saat ini, adalah kebersamaan dan toleransi di antara semua kelompok masyarakat dalam mewujudkan keindahan hidup.

“Terlebih di era sekarang ini, kita tidak lagi hidup dalam komunitas lokal, tetapi sudah terintegrasi dalam komunitas global yang memerlukan tanggung jawab bersama dalam membumikan nilai Islam bagi kebaikan seluruh umat,”terangnya.

Selain dihadiri Presiden SBY, dalam acara buka puasa ini juga dihadiri Wakil Presiden Boediono dan beberapa pejabat tinggi lainnya.

Kekerasan maupun pengrusakan mutlak adalah melanggar hukum dan perlu untuk mendapatkan sanksi, Instansi terkait pun harus berfikir dan mulai bertindak keras terhadap ormas tak bertanggung jawab seperti ini,karena ini sudah menyangkut stabilitas dan keamanan negara..Rakyat butuh keamanan dan berhak mendapat perlindungan Negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s