Perbudakan Buruh

Banyak sekali kasus kriminalitas di negara kita tercinta ini, Indonesia. Dari mulai kasus pencurian, perampokan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh orang yang memiliki hubungan darah sekalipun, yaitu hubungan persaudaraan yang sangat dekat seperti kakak, paman, bahkan ibu atau ayah yang tega membunuh atau dibunuh oleh anak atau sanak saudara dekatnya dengan berbagai macam latar belakang dan alasan yang kadang tidak dapat diterima oleh akal sehat.

Beragam masalah yang kita saksikan di berbagai pemberitaan hanya sebagian kecil dari begitu beragam masalah kriminal yang timbul disekitar kita, tentunya ini manjadi momok bagi masyarakat dan keprihatinan bagi mereka yang menjadi menyaksikan berita ini melalui media informasi seperti tv, radio, media cetak, bahkan media online.

Seperti halnya berita yang satu ini yang tentunya saya yakin pembaca sudah cukup hafal dengan alur ceritanya bahkan pelakunya karena beberapa minggu ini  awal bulan Mei ini masyarakat Indonesia digemparkan dengan kasus penindasan atau kasus eksploaitasi buruh yang dilakukan oleh pengusaha kuali yang memiliki pabrik di daerah tangerang.

Sangat miris ketika mendengar pemaparan langsung dari buruh yang menjadi korban perbudakan ini bahwa diceritakan oleh salah satu korban yang diwawancarai pada sebuah talkshow disalah satu statsiun tv swasta bahwa buruh ini bekerja selama 6 bulan dengan penuh tekanan. Selesai bekerja kemudian dipukuli, ditampar, ditendang itu menjadi hal yang biasa bagi mereka. Terlebih jika kuali yang dihasilkan kurang dari target yang ditentukan. Belum lagi, para buruh ini harus tinggal diruangan yang tidak layak huni. Sempit, gelap, dan parahnya harus ditempati oleh sekitar 30-40an orang didalamnya.

Jangan tanyakan masalah kebersihan bagi mereka. Untuk mandi saja mereka kesulitan. Bahkan katanya mereka harus menggunakan sabun colek sebagai sabun yang dgunakan untuk mandi secara bergantian. Belum lagi pakaian yang mereka kenakan tidak sempat mereka ganti selama bekerja 6 bulan. Sungguh sadis bukan? Tentunya dengan perlakuan seperti ini membuat para buruh mengidap penyakit kulit seperti kudis, kurap, dan lainnya. Ya wajar saja, karena hidup mereka diperlakukan  begitu tidak manusiawi.

Dengan kenyataan pahit ini banyak dari mereka yang tidak tinggal diam, banyak diantara buruh ini melakukan aksi melarikan diri ke area perkebunan dan meminta pertolongan dari warga sekitar. Tapi sayangnya warga disekitar pun tidak berani bertindak banyak, hanya dapat menaungi para buruh ini sementara untuk kemudian membiarkan mereka kembali ke daerah asalnya. Kebanyakan dari mereka merupakan warga Cianjur.

Yang sangat terdengar miris lagi adalah kepala desa disalah satu daerah cianjur ini tidak mengetahui yang sebenarnya terkait dengan warganya yang menjadi tenaga kerja di tangerang ini. Maksudnya adalah kepala desa ini tahu bahwa ada warganya yang bekerja disana tetapi yang Ia ketahui bahwa warganya ini mendapat fasilitas yang baik yaitu gaji kisaran Rp.700 ribuan per bulan, mendapat makan, fasilitas hidup baik, dan segala hal yang padahal jauh dari kenyataan.

Pernah beberapa dari petugas daerah cianjur tersebut menjenguk warganya kesana dan tentunya hal ini telah diketahui sebelumnya oleh pemilik pabrik kuali ini, sehingga si pemilik menyiapkan pegawainya dengan menyuruh mereka mandi dan berpenampilan layaknya pekerja biasa yang bekerja dengan sejahtera untuk menutupi kejadian sebenarnya dan ketika ditanya oleh delegasi dari petugas daerah tersebut tentang bagaimana kehidupan yang dijalani, maka harus dijawab baik – baik saja dan mendapatkan fasilitas yang telah dijanjikan sebelumnya. Sungguh sangat menyedihkan.

Setelah sekian lama melakukan hal ini akhirnya kasus ini terbongkar juga. Pastinya sebagian rakyat Indonesia yang mendengar kisah ini pasti hatinya menangis. Masih saja ada perlakuan manusia di era modern ini yang terkesan kuno dan sudah bukan jamannya lagi perbudakan seperti jaman kerajaan atau penjajahan. Dan bagi korban kasus ini yang dapat diambil hikmahnya adalah betapa pentingnya pendidikan yang harus dimiliki oleh setiap warga Indonesia, sehingga meminimalisir penipuan dan diperlakukan rendah oleh orang lain. Semoga pelaku dapat dijerat oleh hukum yang dapat membuat jera dan dapat dipidana sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s