Perasaan

Hari ini banyak sekali yang bisa aku jadikan pelajaran bagi hidup aku, banyak sekali kesimpulan – kesimpulan yang yang terangkum dari hidup yang aku jalani hari ini. Akan aku bahas salah satunya dari sekian hal yang aku rasakan. hal ini mengenai sikap dan perilaku seseprang terhadap orang yang lainnya. Bahwa setiap tingkah dan laku yang ditunjukan tentunya memiliki efek yang berbeda beda setiap orangnya. Ya, aku wanita. Terutama wanita yang selalu mengutamakan perasaan mereka daripada akal dan logikanya.  Belum lagi bagi mereka yang sangat sangat sensitive. Wanita pun beragam, banyak tipe dan beraneka karakter. Aku mungkin termasuk orang yang agak sensitive, ya walaupun sifat sensitive itu tak selamanya baik karena kadang kala hanya membawa kita ke pikiran – pikiran yang negative dan berlebihan saja. Tapi sebaliknya, jika kita memikirkan bahwa seseorang itu bersikap kurang mengenakkan bersikap kurang menyenangkan hati, dapat pula di jadikan pelajaran bagi kita untuk tidak bersikap yang sama kepada orang lain. Semua hal yang jadi terlintas dipikiran kita ini memang sebaiknya jangan dinilai dari satu sisi saja, misalnya kita berpikir bahwa sesuatu itu memiliki nilai yang positif. Itu belum jadi barang tentu. Juga sebaliknya, suatu hal yang kita anggap negative pun [asti ada sisi baiknya atau ada sisi positifnya. Tiu menjadi hal yang lumrah dan menjadi hal yang biasa dalam hidup bersosial baik di suatu perkumpulan, komunitas, atau organisasi baik silingkungan masyarakat atau pun bukan dilingkungan masyarakat, misalnya dilingklungan sekolah atau kampus dan lainnya. Tapi baiknya jangan hanya kita memikirkannya sendiri, atau hanyka dipendam menjadi cerita sendiri dalam hati. Ada kalanya kita menunjukan siapa kita, sehingga ketika kita merasa tidak nyaman kita tidak terus menerus berada didalan kondisi yang sangat tertekan berusaha mennjukan bahwa kita nyaman padahal ada rasa berontak didalam diri ini. Jangan siksa diri kita kita dalam kondisi keterpaksaan. Apabila kita berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan dan kiranya power yang ada dalam diri kita dirasa kurang, sebaiknya cari cara lain agar semua berjalan nyaman. Misalnya cobalah untuk belajar menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, mempelajari semua yang ada disekeliling kita, berusaha untuk mempelajari dan bergabung dengan kalangna mayoritas, kira – kira manakah yang dirasa janggal? Kita atau mereka. Lingkungan memang lambat laun akan mempengaruhi pribadi kita bahkan banyak contoh bahwa mereka yang bermetamorphosis itu kabanyakan dipengaruhi lingkungan, lingkungan yang tidak baik tentunya akan menjerumuskan kita kearah yang tidak baik pula, lingkungan yang baik akan mengajak kita untuk berbuat seseuatu hal yang baik pula tentunya. Walaupun memang semua kembali kepada pribadi masing masing apakah kita termasuk orang yang mudah terpengaruh atau tidak atau mungkin saja kita termasuk kedalam tipe orang  yang egois atau bukan dan bersikap apatis dan merasa diri ini paling benar. Ya memang semua hal yang berlebihan itu tidak baik, seperti yan dikatakan nabi besar Muhammad saw bahwa kita diharuskan untuk menyesuaikan diri dan tidak hidup serba berlenihan. Baiknya kita dalam kondisi yang cukup. Jangan melebihi batas dan terlalu terbawa oleh hasrat atau hawa nafsu belaka.

Okay kita kembali ke bahasan awal, bahwa ketidakterimaan diri ini mengenai sikap – sikap seseorang yang kurang member suatu kenyamanan dalam hati ini apakah merupakan perasaan semata atau ketidakbisaan kita untuk menyesuaikan dengan lingkungan, rasanya seperti ada aura yang berbeda  yang tercipta antara seseorang itu dengan diri kita. Jadi yang paling sederhana adalah adanya perasaan tidak enak yang muncul akibat suatu pemikiran yang mengatakan bahwa sepertinya orang itu tidak menyukai saya. Apakah benar atau tidak memeng belum bias kita ketahui karena segala sesuatunya butuh bukti dan alas an yang objektif tidak hanya semata – mata memiliki penilaian yang subjektif dan tidak jelas. Hal ini tentunya butuh waktu yang cukup pula karena seseorang tidak bisa menilai dalam waktu yang singkat saja. Butuh pembelajaran dan analisa disetiap kesempatan.

Apakah pemikiran ini memiliki nilai negative atau positif? Tentu menurut saya, pemikiran ini memiliki keduanya yang masing masing harus dibuktikan dan tidak hanya menjadi teori saja. Apalagi, teori ini hanya dipendam sendiri, baiknya juga didiskusikan untuk mengetahui bagaimana tanggapan atau respon menurut orang lain apakah sama dengan kita atau tidak, jika iya sama berarti kita berada dalam kalangan yang cukup mayoritas dan tingkatkan rasa percaya diri agar kita tidak dalam keadaan yang menyedihkan nantinya. Tapi, kita tidak selamanya dalam posisi yang salah, semestinya kita juga mengenal watak orang – orang yang ada disekitar kita agar kita pandai menyesuaikan diri. Ada saja kemungkinan bahwa merekalah yang bersifat egois dan memiliki power yang cukup kuat.

Tapi justru ketika kita sering dipertemukan dengan orang – orang yang mungkin sifatnya berlainan dengan kita maka semakin banyak pula pembelajaran untuk kita, semakin banyak hikmah yang kita dapatkan dari hal – hal yang tidak mengenakkan dalam diri ini. Semakin bisa banyak belajar untuk bisa terus berusaha menjadi yang lebih dan lebih baik lagi pada setiap kesempatan yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s